Kalau kamu pernah melihat jerawat dengan bagian tengah putih atau kekuningan seperti berisi nanah, kemungkinan besar itu adalah jerawat pustula. Ini termasuk jenis jerawat yang paling sering muncul di wajah.
Aku sendiri cukup sering mengalami jerawat jenis ini, terutama saat kulit sedang berminyak atau ketika sedang kurang tidur. Awalnya muncul sebagai bintik merah kecil, lalu dalam satu atau dua hari terbentuk “mata” putih di tengahnya.
Jerawat pustula memang terlihat lebih jelas dibanding jerawat lain, sehingga banyak orang tergoda untuk memencetnya. Padahal kalau tidak dilakukan dengan hati-hati, jerawat jenis ini bisa meninggalkan bekas.
Di artikel ini aku ingin berbagi penjelasan sederhana tentang jerawat pustula, mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasinya berdasarkan pengalaman pribadi dan observasi tentang perawatan kulit.
Apa Itu Jerawat Pustula?
Jerawat pustula adalah jenis jerawat yang memiliki kepala putih atau kuning di bagian tengah yang berisi nanah. Bagian sekitarnya biasanya terlihat merah karena adanya peradangan.
Jerawat ini terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Ketika tubuh merespons dengan peradangan, sel imun akan berkumpul di area tersebut dan membentuk nanah.
Dalam dunia dermatologi, nanah ini dikenal sebagai pus, yaitu kumpulan sel darah putih, bakteri, dan jaringan kulit yang rusak.
Ciri-Ciri Jerawat Pustula
Jerawat pustula biasanya cukup mudah dikenali karena bentuknya yang khas.
Berikut beberapa ciri jerawat pustula yang paling umum:
- Memiliki kepala putih atau kuning di tengah
- Bagian sekitarnya berwarna merah
- Terasa sedikit nyeri jika disentuh
- Biasanya muncul di area berminyak
- Ukuran lebih besar dari papula
Jerawat pustula sering muncul di area wajah seperti:
- dahi
- pipi
- dagu
- rahang
“Kadang jerawat yang paling terlihat bukan yang paling parah, tapi yang paling membuat kita ingin langsung memencetnya.” — Miranda Alvara
Perbedaan Jerawat Pustula dengan Jerawat Papula
Jerawat pustula sering berkembang dari jenis jerawat lain seperti
jerawat papula.
Perbedaannya cukup sederhana:
- Papula tidak memiliki kepala putih
- Pustula memiliki kepala putih berisi nanah
- Pustula biasanya terlihat lebih jelas
- Papula terasa lebih padat tanpa nanah
Karena memiliki nanah, pustula sering terlihat seperti jerawat “matang”.
Penyebab Jerawat Pustula
Jerawat pustula biasanya muncul karena kombinasi beberapa faktor yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan meradang.
1. Produksi Minyak Berlebih
Kulit yang terlalu berminyak lebih mudah mengalami penyumbatan pori-pori sehingga jerawat pustula lebih mudah terbentuk.
2. Penumpukan Sel Kulit Mati
Sel kulit mati yang tidak terangkat dengan baik dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
Kalau ingin memahami lebih detail tentang penyebab jerawat secara umum, kamu bisa membaca artikel
apa penyebab jerawat.
3. Bakteri di Pori-Pori
Ketika bakteri berkembang di dalam pori-pori yang tersumbat, tubuh akan merespons dengan peradangan dan pembentukan nanah.
4. Faktor Pola Makan
Beberapa orang juga merasa jerawat pustula lebih sering muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Misalnya makanan yang sering disebut sebagai
makanan penyebab jerawat.
Ada juga diskusi menarik tentang apakah
kacang menyebabkan jerawat atau apakah
telur menyebabkan jerawat.
Kenapa Jerawat Pustula Mudah Dipencet?
Banyak orang merasa jerawat pustula “menggoda” untuk dipencet karena bagian putihnya terlihat jelas di permukaan kulit.
Namun sebenarnya, memencet jerawat tanpa teknik yang tepat bisa menyebabkan:
- peradangan semakin parah
- bakteri menyebar
- bekas jerawat
Karena itu, biasanya lebih aman membiarkan pustula sembuh secara alami atau dengan bantuan perawatan yang tepat.
Jika jerawat sering muncul berulang, kamu juga bisa membaca artikel tentang
kenapa jerawat muncul terus.
Cara Mengatasi Jerawat Pustula
Jerawat pustula biasanya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan konsisten.
1. Gunakan Skincare Anti Jerawat
Beberapa bahan skincare yang sering membantu mengatasi pustula antara lain:
- salicylic acid
- benzoyl peroxide
- niacinamide
Bahan-bahan ini membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi peradangan.
2. Hindari Memencet Jerawat
Memencet jerawat pustula tanpa alat steril bisa menyebabkan bakteri menyebar dan memperparah kondisi kulit.
3. Jaga Kebersihan Wajah
Membersihkan wajah secara rutin membantu mengurangi minyak dan kotoran yang bisa menyumbat pori-pori.
4. Gunakan Produk yang Tidak Menyumbat Pori
Produk skincare yang terlalu berat bisa memperburuk kondisi kulit yang berjerawat.
Memilih produk dengan label non-comedogenic biasanya lebih aman untuk kulit berjerawat.
Apakah Jerawat Pustula Bisa Hilang Sendiri?
Dalam banyak kasus, jerawat pustula memang bisa hilang sendiri dalam beberapa hari.
Namun jika muncul terlalu sering atau dalam jumlah banyak, mungkin ada faktor lain yang memicu jerawat tersebut.
Memahami kondisi kulit dan menjaga keseimbangannya adalah salah satu langkah penting dalam mengurangi jerawat.
Kesimpulan
Jerawat pustula adalah jenis jerawat yang memiliki kepala putih atau kuning berisi nanah di bagian tengahnya.
Meskipun terlihat seperti jerawat yang “siap dipencet”, sebenarnya pustula perlu ditangani dengan hati-hati agar tidak memperparah peradangan atau meninggalkan bekas.
Dengan memahami penyebabnya dan merawat kulit dengan tepat, jerawat pustula biasanya bisa dikontrol dengan baik.
FAQ Seputar Jerawat Pustula
Apakah jerawat pustula boleh dipencet?
Sebaiknya tidak dipencet secara sembarangan karena bisa menyebabkan peradangan lebih parah dan meninggalkan bekas jerawat.
Berapa lama jerawat pustula sembuh?
Jerawat pustula biasanya sembuh dalam beberapa hari hingga satu minggu tergantung kondisi kulit.
Apakah jerawat pustula berbahaya?
Tidak berbahaya, tetapi jika muncul terlalu sering bisa menandakan kondisi kulit yang tidak seimbang.
Apakah jerawat pustula bisa berubah menjadi bekas jerawat?
Ya, terutama jika jerawat sering dipencet atau mengalami peradangan yang cukup parah.

