Aku sendiri pernah mengalami fase di mana satu jerawat seperti ini muncul di pipi dan bertahan cukup lama. Rasanya nyeri, sulit ditutupi dengan makeup, dan tentu saja membuat kepercayaan diri turun.
Jenis jerawat ini sering disebut juga jerawat cyst atau cystic acne. Karena peradangannya terjadi lebih dalam di kulit, penanganannya juga sedikit berbeda dibanding jerawat biasa.
Di artikel ini aku ingin membahas secara santai tentang apa sebenarnya jerawat kistik, ciri-cirinya, penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya dengan lebih bijak.
Apa Itu Jerawat Kistik?
Jerawat kistik adalah jenis jerawat yang terbentuk jauh di dalam lapisan kulit dan biasanya berbentuk benjolan besar yang terasa nyeri.
Jerawat ini terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri, lalu mengalami peradangan yang cukup dalam.
Istilah cystic acne sendiri berasal dari kata cyst, yaitu kantong jaringan yang berisi cairan atau materi tertentu di dalam tubuh.
Pada jerawat kistik, benjolan tersebut terbentuk karena peradangan yang berkembang jauh di bawah permukaan kulit.
Ciri-Ciri Jerawat Kistik
Jerawat kistik biasanya cukup mudah dikenali karena ukurannya lebih besar dan terasa berbeda dibanding jerawat biasa.
Berikut beberapa ciri jerawat kistik yang sering muncul:
- Benjolan besar di bawah kulit
- Terasa sakit atau nyeri
- Tidak selalu memiliki kepala putih
- Kulit di sekitarnya terlihat merah
- Sembuh lebih lama dibanding jerawat biasa
Jerawat kistik biasanya muncul di area wajah seperti:
- pipi
- rahang
- dagu
- leher
“Jerawat yang paling dalam sering kali bukan hanya di kulit, tapi juga terasa di kepercayaan diri kita.” — Miranda Alvara
Perbedaan Jerawat Kistik dengan Jerawat Pustula
Jerawat kistik sering dianggap sama dengan jerawat lainnya, padahal sebenarnya cukup berbeda dengan
jerawat pustula.
Beberapa perbedaan utamanya adalah:
- Pustula memiliki kepala putih berisi nanah
- Jerawat kistik biasanya tidak memiliki kepala putih
- Pustula muncul di permukaan kulit
- Jerawat kistik muncul lebih dalam
- Jerawat kistik terasa lebih nyeri
Karena muncul di lapisan kulit yang lebih dalam, jerawat kistik juga lebih berisiko meninggalkan bekas.
Penyebab Jerawat Kistik
Jerawat kistik biasanya muncul karena kombinasi beberapa faktor yang menyebabkan pori-pori tersumbat dan meradang cukup dalam.
1. Produksi Minyak Berlebih
Kulit yang menghasilkan minyak berlebih lebih rentan mengalami penyumbatan pori-pori yang bisa berkembang menjadi jerawat kistik.
2. Perubahan Hormon
Hormon memiliki pengaruh besar terhadap munculnya jerawat jenis ini. Hal ini sering terjadi saat:
- masa pubertas
- menjelang menstruasi
- periode stres tinggi
Kalau kamu ingin memahami lebih detail tentang penyebab jerawat secara umum, kamu bisa membaca juga artikel
apa penyebab jerawat.
3. Pori-Pori Tersumbat
Penumpukan minyak, sel kulit mati, dan bakteri bisa memicu peradangan yang cukup dalam di kulit.
4. Faktor Pola Makan
Beberapa orang juga merasa jerawat kistik lebih mudah muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Misalnya makanan yang sering dikaitkan dengan jerawat seperti
makanan penyebab jerawat.
Ada juga diskusi menarik tentang apakah
kacang menyebabkan jerawat atau apakah
telur menyebabkan jerawat.
Kenapa Jerawat Kistik Terasa Sangat Sakit?
Salah satu hal yang paling mengganggu dari jerawat kistik adalah rasa nyerinya.
Hal ini terjadi karena peradangan berada di lapisan kulit yang lebih dalam sehingga tekanan pada jaringan kulit lebih besar.
Akibatnya, jerawat kistik sering terasa sakit bahkan saat wajah tidak disentuh.
Jika jerawat sering muncul berulang, kamu juga bisa membaca artikel tentang
kenapa jerawat muncul terus.
Cara Mengatasi Jerawat Kistik
Jerawat kistik memang tidak selalu bisa hilang dengan cepat, tetapi ada beberapa cara yang biasanya membantu mengurangi peradangannya.
1. Hindari Memencet Jerawat
Memencet jerawat kistik bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas jerawat.
2. Gunakan Skincare yang Tepat
Beberapa bahan skincare yang sering digunakan untuk membantu mengatasi jerawat antara lain:
- salicylic acid
- benzoyl peroxide
- retinoid
Bahan-bahan ini membantu membersihkan pori-pori dan mengurangi peradangan pada kulit.
3. Kompres Hangat
Kompres hangat sering membantu meredakan nyeri dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.
4. Jaga Pola Hidup
Kulit sering bereaksi terhadap kondisi tubuh kita.
Tidur cukup, mengurangi stres, dan menjaga pola makan sering membantu mengurangi kemunculan jerawat.
Apakah Jerawat Kistik Bisa Hilang Sendiri?
Dalam beberapa kasus, jerawat kistik bisa hilang sendiri. Namun prosesnya biasanya lebih lama dibanding jerawat biasa.
Jerawat kistik bisa bertahan beberapa minggu sebelum akhirnya mereda.
Karena itu penting untuk bersabar dan tidak memperparah kondisi kulit dengan memencet jerawat atau mencoba terlalu banyak produk sekaligus.
Kesimpulan
Jerawat kistik atau cystic acne adalah jenis jerawat yang muncul sebagai benjolan besar di bawah kulit dan sering terasa nyeri.
Jerawat ini biasanya muncul karena kombinasi faktor seperti hormon, produksi minyak berlebih, dan pori-pori tersumbat.
Dengan memahami penyebabnya dan merawat kulit dengan lebih hati-hati, jerawat kistik biasanya bisa dikontrol dengan lebih baik.
FAQ Seputar Jerawat Kistik
Apakah jerawat kistik sama dengan jerawat batu?
Keduanya sering dianggap mirip karena sama-sama muncul di bawah kulit dan terasa sakit. Namun jerawat kistik biasanya berkaitan dengan peradangan yang lebih dalam.
Apakah jerawat kistik boleh dipencet?
Tidak disarankan karena dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko bekas jerawat.
Berapa lama jerawat kistik sembuh?
Jerawat kistik biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, bisa beberapa minggu tergantung kondisi kulit.
Apakah jerawat kistik bisa muncul berulang?
Ya, terutama jika faktor pemicunya seperti hormon atau produksi minyak berlebih masih terjadi.

